October 14, 2025

Uncategorized

Menumbuhkan Semangat Juara Melalui Pembinaan dan Beasiswa

Hari Sabtu, 11 Oktober 2025, menjadi hari yang penuh keberkahan di aula kantor LAZ DPU. Setelah kegiatan pembinaan dan penyaluran Bingkisan Cinta untuk Ladies Ojol, semangat kebaikan berlanjut dengan pembinaan dan penyaluran Beasiswa Juara dan Beasiswa Yatim Grup A. Sebanyak 14 anak hadir dalam kegiatan sore itu. Ada yang baru pulang sekolah, ada yang datang setelah ekskul, bahkan ada yang menyempatkan hadir di sela kerja kelompok. Meski dengan beragam kesibukan, semuanya datang dengan wajah ceria dan hati siap belajar bersama. Acara dimulai dengan sesi perkenalan seru agar para peserta makin akrab satu sama lain. Suasana aula pun dipenuhi tawa dan sapaan hangat tanda bahwa penerima beasiswa ini semakin solid dan penuh semangat. Setelah itu, mereka bersama-sama murojaah hafalan Al-Qur’an. Beberapa anak memperdengarkan hafalan dari juz 28, 29, hingga 30, menghadirkan suasana yang tenang dan penuh berkah. Materi pembinaan kali ini mengangkat kisah inspiratif Salman Al-Farisi, sosok yang tak pernah lelah mencari kebenaran hingga menemukan cahaya Islam. Dari kisah itu, anak-anak diajak untuk terus semangat mencari ilmu dan menapaki jalan kebaikan. Menjelang akhir, pembina mengajak seluruh peserta untuk tetap menjaga semangat dan bertemu kembali pada pembinaan bulan depan. Kegiatan ditutup dengan foto bersama penuh senyum, semangat, dan rasa syukur atas hari yang bermakna.

Uncategorized

Pembinaan Ladies Ojol Bersama LAZ DPU Kaltim

Bukan hari yang biasa bagi para ladies ojol. Mereka memarkirkan motor lebih awal dari biasanya (11/10) bukan untuk menunggu orderan, tapi untuk menjemput ilmu. Di aula DPU Kaltim, 15 perempuan hebat berkumpul dalam Kajian Ladies Ojol dan Penyerahan Bingkisan Cinta. Acara dimulai dengan games pengenalan ringan. Dari bulan lahir, ukuran sepatu, sampai warna favorit, namun siapa sangka hal sederhana itu mampu menumbuhkan tawa dan rasa hangat di antara mereka yang baru saling mengenal. Lalu suasana beralih khusyuk saat Umi Helda membawakan kisah Salman Al-Farisi, sang pencari kebenaran. Ia mengingatkan bahwa perjalanan menuntut ilmu tak pernah sia-sia. Di dalamnya ada delapan keutamaan dari diangkat derajatnya, dinaungi rahmat, hingga dimudahkan langkah menuju surga. Di akhir acara, aula kembali dipenuhi senyum. Bingkisan cinta berupa sembako dibagikan, bukan hanya untuk meringankan beban, tapi juga sebagai tanda kasih untuk perjuangan yang jarang terlihat: perempuan-perempuan yang menghidupi keluarga dengan keberanian dan kesabaran. Mereka pun berkomitmen untuk hadir dalam kajian setiap bulannya, menambah ilmu dan memperkuat iman di tengah kesibukan bekerja. Bahkan, muncul harapan agar kelak bisa diadakan pengajian tahsin, tempat mereka belajar memperindah bacaan Al-Qur’an bersama. Di balik seragam hijau dan helm yang setia menemani, tersimpan hati yang tak pernah lelah belajar dan percaya. Karena bagi mereka, setiap perjalanan bukan sekadar mencari rezeki, tapi juga mencari ridha Illahi.

Scroll to Top