Kado Cinta untuk Guru Ngaji, Apresiasi bagi Mereka yang Terus Mengajarkan Al-Qur’an

Di balik anak-anak yang belajar membaca Al-Qur’an, ada guru-guru ngaji yang setia meluangkan waktu untuk mendampingi mereka. Hal itu pula yang menjadi alasan penyaluran Kado Cinta untuk Guru Ngaji di lima tempat belajar, yakni TPA Permata, TPA Al-Faqih, Rumah Pintar Santi, dan TPA Al-Husna. Kado cinta tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para guru atas waktu, tenaga, dan kesabaran mereka dalam mendampingi anak-anak belajar Al-Qur’an.

Salah satunya adalah Ibu Husna, pengajar di TPA Al-Husna yang telah mengajar mengaji sejak 1990 atau sekitar 36 tahun. Berawal dari pelatihan mengajar yang diikutinya saat masih kuliah, Ibu Husna kemudian mendapat arahan untuk membuka TPA. Ia melihat anak-anak tetap membutuhkan ruang untuk belajar mengaji di tengah kesibukan sekolah dan berbagai kegiatan lainnya. Karena itu, ia memilih waktu malam untuk mendampingi mereka. Di tempat tersebut, sekitar 26 santri tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga dibiasakan mengenal akhlak dalam keseharian. Tidak ada patokan biaya mengaji; setiap santri atau orang tua memberikan sesuai kemampuan.

Pengabdian serupa juga dilakukan Ibu Sumiati di Rumah Pintar Santi. Sejak 2021, ia mendampingi sekitar 25 santri untuk belajar mengaji tanpa dipungut biaya. Selain Ibu Husna dan Ibu Sumiati, Kado Cinta juga diberikan kepada Ibu Sri Sulastri, Bapak Latif, dan Ibu Nor Sabah yang turut menjadi bagian dari para guru ngaji yang terus mendampingi anak-anak di lingkungan mereka. LAZ DPU Kaltim memberikan apresiasi ini, agar semangat para guru untuk terus mengajarkan Al-Qur’an dan nilai-nilai kebaikan kepada generasi berikutnya dapat terus terjaga.

Scroll to Top