October 1, 2026

Pojok Ekonomi, Uncategorized

[Kukar] Di Balik Tempe Daun Ada Perjuangan Untuk Keluarga

Bapak Bero Sumarno (65), warga Jalan Naga, Tenggarong, sehari-hari berjualan tempe daun keliling untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Bersama istri dan anaknya, ia mengolah sendiri tempe mulai dari membeli bahan baku, mencari daun pembungkus, merebus, menguliti, hingga membungkus tempe sebelum siap dijual. Usaha sederhana tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan utama bagi keluarganya. Meski seluruh proses produksi masih dilakukan secara manual dengan segala keterbatasan, Bapak Bero tetap bersemangat bekerja. Setiap tempe yang diproduksi menjadi bagian dari ikhtiarnya untuk terus memenuhi kebutuhan keluarga dan menjalani kehidupan dengan mandiri. Melihat perjuangan tersebut, LAZ DPU Kukar melalui dukungan donatur berupaya membantu keluarga Bapak Bero agar kebutuhan mereka dapat lebih tercukupi. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan bagi Bapak Bero beserta keluarga serta memudahkan setiap langkah perjuangan mereka. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Pojok Ekonomi, Uncategorized

Hidupkan Nilai Pancasila Dengan Berbagi Paket Makanan

Semangat Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya diperingati melalui seremonial, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama. Pada Kamis, 1 Oktober 2026, LAZ DPU Kaltim menyalurkan paket makanan berupa nasi kotak dan sembako kepada sejumlah pekerja informal di sepanjang Jalan Wijaya Kusuma dan Jalan Juanda, Samarinda. Bantuan tersebut menyasar para penyapu jalan, pedagang keliling, badut pengatur jalanan, hingga tukang tambal ban yang tetap menjalankan aktivitasnya di tengah kesibukan jalanan. Bagi mereka, pekerjaan tersebut menjadi bagian dari perjuangan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengamalan nilai Pancasila, khususnya sila kedua, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan ideologi bangsa, tetapi juga mengingatkan pentingnya menghadirkan nilai kemanusiaan melalui kepedulian, saling membantu, dan menghargai sesama. Respons positif dari para penerima menjadi bagian yang menguatkan makna kegiatan tersebut. Berbagi makanan dan kebutuhan pokok menjadi cara untuk menghadirkan semangat gotong royong sekaligus menjaga nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Scroll to Top