Di sebuah rumah sederhana di Samarinda Seberang, Nenek Nurhayati menjalani hari-harinya seorang diri. Tubuhnya yang semakin renta sering membuatnya jatuh sakit. Beberapa waktu lalu, ia harus beristirahat karena demam dan diare. Meski demikian, kesehariannya tetap diisi dengan shalat dan mengaji sumber ketenangan di tengah sepi.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, beliau masih berkeliling menjajakan jajanan titipan. Namun, tidak setiap hari Nenek Nurhayati bisa berjualan, karena kondisi fisik yang kian melemah. Kini, langkah beliau terbatas, tapi semangatnya tetap terjaga.

Senyum bahagia tampak di wajah Nenek Nurhayati ketika amil LAZ DPU Kaltim hadir di rumahnya. Bukan hanya membawa santunan, tapi juga menyuguhkan ruang untuk bercerita dan didengarkan. Kehadiran sederhana itu seolah menghapus sepi yang kerap menyelimuti hari-harinya.
Kunjungan kepada Nenek Nurhayati hanyalah satu dari sekian banyak silaturahim yang dilakukan amil LAZ DPU Kaltim dalam program santunan rutin bagi para lansia dhuafa. Setiap bulan, tim menyusuri berbagai kecamatan di Samarinda, menemui mereka yang tak lagi produktif, namun tetap tegar menjalani hidup.




Program ini bukan sekedar tentang bantuan materi, melainkan juga tentang menghadirkan perhatian, rasa dihargai, dan kebersamaan. Karena di balik senyum para lansia dhuafa, tersimpan harapan sederhana: agar mereka tidak merasa sendiri di masa senja.
Terima kasih kepada para muzakki dan donatur yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui LAZ DPU Kaltim. LAZ DPU berkomitmen mendayagunakan donasi masyarakat secara tepat, agar Nenek Nurhayati dan lansia dhuafa lainnya terus mendapatkan manfaat dari kepedulian yang dititipkan.