Di rumah sederhana di Jalan Kediri, Simpang Pasir Samarinda, hidup seorang lansia yang akrab disapa Mbah Sumo. Sehari-hari beliau menjalani hidup seorang diri dengan kesabaran dan keteguhan hati. Dulu, ketika tubuhnya masih kuat, Mbah Sumo gemar berkebun di sekitar rumah. Singkong, kacang, dan sayur-sayuran menjadi teman setia yang menemaninya mengisi waktu.
Kini, seiring usia yang kian menua, kesehatan beliau mulai menurun. Langkahnya tak lagi secepat dulu, dan pendengarannya pun semakin berkurang. Saat tim LAZ DPU Kaltim berkunjung bersilaturahmi, Mbah Sumo tampak sedang memperbaiki instalasi kabel di rumahnya dengan alat seadanya. “TV ini teman saya,” ujarnya sambil tersenyum, televisi itu menjadi hiburan kecil di tengah hari-harinya yang sunyi.

Kunjungan kali ini dilakukan dalam rangka menyalurkan santunan rutin bagi Mbah Sumo. Sambutan beliau selalu hangat, dengan senyum yang tak pernah lepas dan cerita sederhana yang mengalir tentang kesehariannya. Meski hidup dalam keterbatasan, semangatnya tetap menyala, menunjukkan bahwa hati yang lapang mampu menghadirkan kebahagiaan.


Di balik hidup sederhana Mbah Sumo, tersimpan keteguhan dan rasa syukur yang tulus. Semoga kebaikan ini menjadi cahaya yang menguatkan langkah beliau.