Assalamu’alaikum #SahabatDPU.
Hari ini kami ingin mengajak Sahabat berkenalan dengan sosok sederhana yang penuh ketegaran, Mbah Lasmi. Di usia 70 tahun, beliau tinggal bersama dua anaknya dalam kondisi serba terbatas. Anak pertamanya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara anak keduanya mengalami keterbatasan penglihatan sejak kecil. Mereka menempati rumah sederhana yang berdiri di atas tanah pinjaman dari orang baik di sekitar tempat tinggalnya.

Dulu Mbah Lasmi pernah bekerja sebagai penyapu di pasar kecil di depan sebuah perusahaan di dekat rumahnya dengan penghasilan sekitar Rp300 ribu per bulan. Meski tidak besar, penghasilan itu cukup membantu kebutuhan sehari-hari. Namun sejak perusahaan tersebut berhenti beroperasi, pekerjaan itu pun hilang. Meski begitu, Mbah Lasmi tetap menjalani hidup dengan penuh ketabahan. Saat ditanya mengapa beliau selalu tersenyum, Mbah Lasmi berkata, “Namanya hidup harus disyukuri. Ngapain nangis kalau masih bisa ketawa.” Kalimat sederhana itu diucapkan sambil disambung dengan tawa khasnya.

Pada sore Ramadhan ke-12, tim LAZ DPU Kaltim berkunjung dan mengantarkan amanah donatur berupa paket sembako serta kue untuk berbuka puasa. Semoga setiap kebaikan yang #SahabatDPU titipkan menjadi keberkahan, menghadirkan harapan, dan terus menjaga senyum Mbah Lasmi tetap merekah.
