Ngobrol Mba Yus

Ngobrol Mba Yus, Pojok Ekonomi, Uncategorized

Gerobak Unggul Dorong Kemandirian, Usaha Pak Nurhadi Alami Peningkatan

LAZ DPU Kaltim terus berkomitmen memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Bina Usaha Produktif: Gerobak Unggul. Salah satu penerima manfaat ialah Pak Nurhadi, pelaku usaha iQiLo Kebab & Burger yang berlokasi di Jl. Perjuangan, Gg Camar, Samarinda Utara. Dengan beragam menu kebab dan burger, usahanya kini semakin berkembang dan menjangkau lebih banyak pelanggan setelah hadir di layanan pesan antar online. Sebagai bagian dari pendampingan, tim LAZ DPU Kaltim melakukan monitoring, untuk melihat perkembangan usaha sekaligus memastikan keberlanjutannya. Hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan jumlah pembeli sejak Oktober. Kehadiran di platform GrabFood dan ShopeeFood turut memberikan dampak positif sehingga usaha ini mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Pak Nurhadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para donatur serta LAZ DPU Kaltim atas bantuan yang diberikan. Ia berharap dukungan tersebut dapat menjadi jalan rezeki bagi keluarganya. Melalui program pemberdayaan ini, LAZ DPU Kaltim berharap semakin banyak pelaku usaha kecil yang bertumbuh, mandiri, dan mampu menghadirkan harapan baru bagi masa depan keluarganya.

Ngobrol Mba Yus, Uncategorized

Syukur Tak Henti, Usaha Ibu Herlina Makin Diminati Pembeli

LAZ DPU Kaltim melalui Program Bina Usaha Produktif Gerobak Unggul melakukan monitoring usaha milik Ibu Herlina yang berlokasi di Jl. Labu Putih 1, Samarinda Utara. Kegiatan ini bertujuan melihat perkembangan sekaligus memastikan keberlanjutan usaha sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat. Setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WITA, gerobak milik Ibu Herlina menyediakan beragam produk, mulai dari bawang goreng, snack, dan minuman hingga menu tambahan seperti kopi, burger, es teler, pisang crispy, nugget, dan hot dog, dll. Hasil monitoring menunjukkan jumlah pembeli meningkat sejak Oktober, dan usaha tersebut kini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Ibu Herlina beserta keluarganya. Ibu Herlina mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan dan berharap usahanya terus berkembang. LAZ DPU Kaltim berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan berkelanjutan agar semakin banyak penerima manfaat dapat memperkuat perekonomian keluarga dan meraih kemandirian.#pemberdayaan #LAZDPUKaltim

Ngobrol Mba Yus, Pojok Ekonomi

Usaha Makin Lapang, Syukur Pak Warsito Tak Terbilang

Melalui Program Bina Usaha Produktif: Gerobak Unggul, LAZ DPU Kaltim terus berkomitmen memastikan setiap amanah donatur benar-benar menghadirkan manfaat. Salah satunya dirasakan langsung oleh Bapak Warsito yang kini menjalankan usaha minuman jeruk peras di Jl. Poros Perjuangan, Samarinda Utara. Hasil monitoring pada Senin, 26 Januari 2026 menunjukkan usahanya berkembang cukup positif dan cenderung stabil. Bahkan, Bapak Warsito mulai melakukan inovasi dengan menambah variasi minuman, menyediakan tempat duduk bagi pembeli, serta merencanakan aneka jajanan ringan untuk meningkatkan pendapatan. Meski sempat terjadi penurunan saat masa libur perkuliahan, hal ini tidak menyurutkan semangat beliau. Ini menjadi bukti bahwa bantuan produktif tak hanya bertahan, tetapi juga bertumbuh. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga usaha saya terus berkembang. Terima kasih kepada para donatur dan LAZ DPU Kaltim yang telah membantu melalui gerobak ini,” tutur beliau. #SahabatDPU, setiap dukungan yang diberikan bukan hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga membuka jalan kemandirian bagi penerima manfaat yang terus berjuang.

Ngobrol Mba Yus, Pojok Ekonomi

Alhamdulillah, Usaha Makin Laris, Bu Reni dan Bu Tia Tersenyum Manis

Melalui Program Bisa Pro, LAZ DPU Kaltim terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Pada Rabu, 28 Januari 2026, dilakukan monitoring penerima bantuan food booth di Desa Embalut untuk melihat langsung perkembangan usaha yang dijalankan. Penerima manfaat program ini adalah Ibu Reni dan Ibu Tia. Ibu Reni menjalankan usaha gorengan, sosis, roti bakar, serta aneka minuman es, sementara Ibu Tia mengelola usaha rice bowl dan minuman es. Saat kunjungan, tim monitoring mendapati Ibu Tia tengah melayani siswa SMKN 1 Tenggarong Seberang. Dari sekitar 30–40 porsi rice bowl yang dibawa setiap hari, tersisa enam porsi, tanda usahanya makin diminati. Bantuan food booth dari LAZ DPU Kaltim membawa perubahan nyata bagi penerima manfaat. Ibu Reni kini berjualan lebih nyaman dengan pendapatan harian meningkat hingga dua kali lipat, sementara Ibu Tia mengalami kenaikan omzet lebih dari 60% setelah berjualan di lokasi yang lebih strategis. Peningkatan ini berdampak langsung pada ekonomi keluarga. Pendapatan usaha digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan pendidikan anak-anak mereka. Program ini juga mendapat dukungan pemerintah desa melalui pemanfaatan lahan desa sebagai lokasi berjualan yang strategis dan tertib.

Ngobrol Mba Yus, Pojok Ekonomi

semoga Usaha ini jadi Rezeki untuk orang lain

Sebagai orang tua tunggal di usianya yang menginjak 47 tahun ini, Wati harus menjalani hidup dengan keteguhan hati yang luar biasa. Kini bersama dengan kedua anaknya yang menjadi sumber semangatnya, ia harus berjuang dengan sekuat tenaga dan penuh pengorbanan, terlebih masih ada dua adik yang harus menyelesaikan kuliahnya. Perjuangan sebagai pedagang kue basah — risoles, tahu isi, dan berbagai jajanan tradisional lainnya — Wati menjemput rezeki dengan tangan dan doa. Setiap jam 1 atau jam 2 malam, Wati harus bangun di saat orang lain masih terlelap tidur. Ia memulai harinya bukan dengan adonan tepung, melainkan dengan sujud panjang di atas sajadah. Dalam hening malam, ia menunaikan salat tahajud, berdzikir, bershalawat, dan berdoa dengan penuh khusyuk. Tak jarang air matanya menetes, bukan karena lelah, tetapi karena rasa haru dan harap yang ia titipkan kepada Allah, Sang Maha Pemberi Rezeki dan Maha Kaya. Gambar Ilustrasi, sumber Internet Setelah sholat hati menjadi lebih tenang dan Wati mulai menyiapkan bahan-bahan dagangannya. Adik-adiknya yang masih kuliah juga sering menemaninya membantu produksi kue. Mereka bekerja dalam diam, berselimut aroma wangi kue yang matang serta dibakar semangat yang tak pernah padam. Alhamdulillah dengan ketekunan dan keikhlasan, Wati menyisihkan sebagian penghasilannya untuk berzakat dan berinfak setiap bulan. Baginya untuk berbagi tidak perlu menunggu kaya. Foto: Ilustrasi, Sumber: Internet Setiap pekan, dengan bahagia ia membagikan kue basah kepada tukang sapu jalanan yang ia temui di perjalanan. Memberi itu bukan tentang jumlah, tetapi tentang niat tulus untuk menebar kebaikan. Itulah yang menjadi semangat Wati untuk berbagi. Dalam hatinya, Wati menyimpan impian besar. Ia yakin, dalam 3 hingga 5 tahun ke depan, Allah akan mengangkat derajatnya. Ia ingin bisa berzakat dengan jumlah puluhan juta rupiah setiap tahun, membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang di kampungnya, dan memberangkatkan umroh puluhan karyawannya sebagai bentuk rasa syukur. Ia ingin usahanya bukan hanya menjadi sumber rezeki bagi dirinya, tetapi juga menjadi jalan keberkahan bagi banyak orang. Hikmah Perjalanan Wati Perjalanan hidup Wati mengajarkan bahwa kekuatan sejati tidak datang dari keadaan yang mudah, melainkan dari hati yang tidak menyerah. Ia belajar bahwa setiap kesulitan adalah cara Allah mendidik hamba-Nya agar lebih sabar, lebih kuat, dan lebih dekat kepada-Nya. Wati menyadari bahwa rezeki tidak selalu datang dalam bentuk uang yang banyak, tetapi dalam bentuk ketenangan hati, kesehatan, dan kemampuan untuk terus berbuat baik. Ia memahami bahwa setiap kebaikan kecil yang dilakukan dengan ikhlas akan berbuah manis pada waktunya. Kini, setiap kali Wati menatap kedua anaknya dan adik-adiknya, ia tahu bahwa perjuangannya tidak sia-sia. Ia sedang menanam benih kebaikan yang kelak akan tumbuh menjadi pohon keberkahan. Dan suatu hari nanti, dengan izin Allah, impian itu akan menjadi nyata — Wati akan menjadi perempuan yang bukan hanya sukses secara materi, tetapi juga kaya dalam keberkahan, cinta, dan manfaat bagi sesama. Potret diatas adalah potret sebagian kaum perempuan yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya. Semoga setiap lelahnya berbuah manis dunia dan akherat. Aamiin Ya Robbal’alaamiin. Emak-emak sholehah, selanjutnya kita ngobrol apa lagi ya? Ditunggu cerita selanjutnya ya! Foto: Penyaluran DPU – Bingkisan Dhuafa

Scroll to Top