Pojok Ekonomi

Pojok Ekonomi, Uncategorized

Dari Iqro ke Al-Qur’an, Semangat Santri Rumah Quran Ridho Ilahi Terus Menguat

Dengan senyum dan semangat para santri, LAZ DPU Kaltim menyalurkan program Tebar Quran kepada santri Rumah Quran Ridho Ilahi pada Kamis, 29 Januari 2026, di Sungai Pinang. Program ini hadir untuk mendukung proses belajar dan menumbuhkan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an. Rumah Quran Ridho Ilahi merupakan rumah pengajian gratis yang membina 53 santri dengan 3 pengajar, dengan kegiatan belajar mengajar rutin setiap Senin-Kamis serta yasinan bersama setiap hari Jumat. Al-Qur’an yang disalurkan digunakan sebagai pegangan belajar bagi santri yang telah naik dari tahap iqro ke Al-Qur’an. Penyaluran ini disambut penuh antusias. Santri yang menerima Al-Qur’an tampak bahagia, sementara santri yang masih belajar iqro semakin termotivasi untuk lebih giat mengaji agar segera menyusul.

Ngobrol Mba Yus, Pojok Ekonomi

semoga Usaha ini jadi Rezeki untuk orang lain

Sebagai orang tua tunggal di usianya yang menginjak 47 tahun ini, Wati harus menjalani hidup dengan keteguhan hati yang luar biasa. Kini bersama dengan kedua anaknya yang menjadi sumber semangatnya, ia harus berjuang dengan sekuat tenaga dan penuh pengorbanan, terlebih masih ada dua adik yang harus menyelesaikan kuliahnya. Perjuangan sebagai pedagang kue basah — risoles, tahu isi, dan berbagai jajanan tradisional lainnya — Wati menjemput rezeki dengan tangan dan doa. Setiap jam 1 atau jam 2 malam, Wati harus bangun di saat orang lain masih terlelap tidur. Ia memulai harinya bukan dengan adonan tepung, melainkan dengan sujud panjang di atas sajadah. Dalam hening malam, ia menunaikan salat tahajud, berdzikir, bershalawat, dan berdoa dengan penuh khusyuk. Tak jarang air matanya menetes, bukan karena lelah, tetapi karena rasa haru dan harap yang ia titipkan kepada Allah, Sang Maha Pemberi Rezeki dan Maha Kaya. Gambar Ilustrasi, sumber Internet Setelah sholat hati menjadi lebih tenang dan Wati mulai menyiapkan bahan-bahan dagangannya. Adik-adiknya yang masih kuliah juga sering menemaninya membantu produksi kue. Mereka bekerja dalam diam, berselimut aroma wangi kue yang matang serta dibakar semangat yang tak pernah padam. Alhamdulillah dengan ketekunan dan keikhlasan, Wati menyisihkan sebagian penghasilannya untuk berzakat dan berinfak setiap bulan. Baginya untuk berbagi tidak perlu menunggu kaya. Foto: Ilustrasi, Sumber: Internet Setiap pekan, dengan bahagia ia membagikan kue basah kepada tukang sapu jalanan yang ia temui di perjalanan. Memberi itu bukan tentang jumlah, tetapi tentang niat tulus untuk menebar kebaikan. Itulah yang menjadi semangat Wati untuk berbagi. Dalam hatinya, Wati menyimpan impian besar. Ia yakin, dalam 3 hingga 5 tahun ke depan, Allah akan mengangkat derajatnya. Ia ingin bisa berzakat dengan jumlah puluhan juta rupiah setiap tahun, membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang di kampungnya, dan memberangkatkan umroh puluhan karyawannya sebagai bentuk rasa syukur. Ia ingin usahanya bukan hanya menjadi sumber rezeki bagi dirinya, tetapi juga menjadi jalan keberkahan bagi banyak orang. Hikmah Perjalanan Wati Perjalanan hidup Wati mengajarkan bahwa kekuatan sejati tidak datang dari keadaan yang mudah, melainkan dari hati yang tidak menyerah. Ia belajar bahwa setiap kesulitan adalah cara Allah mendidik hamba-Nya agar lebih sabar, lebih kuat, dan lebih dekat kepada-Nya. Wati menyadari bahwa rezeki tidak selalu datang dalam bentuk uang yang banyak, tetapi dalam bentuk ketenangan hati, kesehatan, dan kemampuan untuk terus berbuat baik. Ia memahami bahwa setiap kebaikan kecil yang dilakukan dengan ikhlas akan berbuah manis pada waktunya. Kini, setiap kali Wati menatap kedua anaknya dan adik-adiknya, ia tahu bahwa perjuangannya tidak sia-sia. Ia sedang menanam benih kebaikan yang kelak akan tumbuh menjadi pohon keberkahan. Dan suatu hari nanti, dengan izin Allah, impian itu akan menjadi nyata — Wati akan menjadi perempuan yang bukan hanya sukses secara materi, tetapi juga kaya dalam keberkahan, cinta, dan manfaat bagi sesama. Potret diatas adalah potret sebagian kaum perempuan yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya. Semoga setiap lelahnya berbuah manis dunia dan akherat. Aamiin Ya Robbal’alaamiin. Emak-emak sholehah, selanjutnya kita ngobrol apa lagi ya? Ditunggu cerita selanjutnya ya! Foto: Penyaluran DPU – Bingkisan Dhuafa

Pojok Ekonomi, Uncategorized

Bingkisan Cinta Akhir Tahun, 75 Paket Sembako Dibagikan untuk Warga Prasejahtera Samarinda

Menutup tahun 2025 dengan penuh kepedulian, sebanyak 75 Paket Bingkisan Cinta disalurkan kepada warga prasejahtera yang tersebar di 10 kecamatan di Kota Samarinda. Penyaluran ini berlangsung sepanjang bulan Desember 2025, sebagai upaya menghadirkan kebahagiaan dan rasa diperhatikan di penghujung tahun. Paket bingkisan yang dibagikan berisi sembako, ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat yang sehari-harinya berjuang dalam keterbatasan. Kehadiran bingkisan ini diharapkan bisa menjadi penguat, masih dan kepedulian yang nyata. Salah satu penerima manfaat adalah Pak Sul, seorang pemulung sampah yang sehari-hari mencari nafkah di kawasan Jl. Kapten Sujono. Dengan senyum sederhana, ia menerima bingkisan tersebut sebagai bentuk perhatian yang sangat berarti baginya di akhir tahun. Penerima lainnya, Pak Sholihin, seorang tukang sol sepatu di Perempatan KS Tubun, juga merasakan hal serupa. Ia tinggal seorang diri di kawasan Jl. KS Tubun, sementara anak dan istrinya berada di Jawa. Bingkisan yang diterimanya menjadi penyemangat tersendiri untuk menutup tahun dengan rasa syukur. Melalui penyaluran Bingkisan Cinta ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh, menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sering kali lahir dari hal sederhana: saling peduli dan menguatkan.

Pojok Ekonomi, Uncategorized

Bahagia di Tengah Perjuangan, Kado Cinta untuk Ibu Hebat Samarinda

Bagi sebagian ibu, Hari Ibu bukan tentang bunga atau ucapan manis, melainkan tentang tetap bertahan esok hari. Lewat Kado Cinta untuk Ibu, apresiasi diberikan kepada Ibu Hebat di Samarinda yang terus berjuang membantu perekonomian keluarga melalui kerja keras yang sering kali tak terlihat. Penyaluran kado cinta ini dilakukan pada Desember 2025 di sejumlah titik di Samarinda, menyasar para ibu yang menggantungkan hidup dari kerja keras sehari-hari. Mereka adalah ibu-ibu yang bekerja sebagai tukang sapu jalan di Jl. Siradj Salman, penjual balon di Jl. Merbabu, penjahit di kawasan Bengkuring, hingga pemulung di wilayah Sungai Kunjang. Dalam kesederhanaan, para ibu ini tetap memikul peran besar sebagai penguat keluarga. Salah satu penerima manfaat adalah Ibu Dami, warga Jl. Jelawat Gg. 9, yang sehari-hari berjualan balon di sekitar Jl. Merbabu. Ibu Dami memiliki dua orang anak, sementara sang suami bekerja sebagai pemulung. Ia menjual balon titipan dengan keuntungan yang tidak seberapa, namun tetap dijalani dengan penuh keteguhan demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Melalui Kado Cinta untuk Ibu, penyaluran ini menjadi pengingat bahwa perjuangan para ibu layak untuk dihargai. Bukan hanya peringatan Hari Ibu, tetapi juga bentuk dukungan dan apresiasi agar para Ibu Hebat terus merasa dilihat, dihargai, dan dikuatkan dalam setiap langkah perjuangannya.

Pojok Ekonomi, Uncategorized

Kado Cinta untuk Guru Ngaji, Apresiasi yang Menghangatkan Hati

Senyum dan rasa haru terlihat dari para guru ngaji yang menerima Kado Cinta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mengajar Al-Qur’an. Di tengah kesederhanaan, perhatian ini menjadi penguat semangat bagi para guru ngaji yang dengan tulus membimbing dan menngajarkan Al-Qur’an. Penyerahan Kado Cinta dilakukan pada 29 Desember 2025, setelah waktu magrib, bertepatan dengan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Salah satu lokasi penyaluran berada di TPA Nurul Qulub, Sambutan. Momen hangat ini hadir langsung di ruang tempat ilmu dan kebaikan ditanamkan setiap hari. Program ini diberikan sebagai apresiasi kepada para guru ngaji yang membuka pengajian secara gratis maupun dengan bayaran sukarela. Melalui Kado Cinta ini, diharapkan para guru ngaji merasakan bahwa keikhlasan mereka tidak berjalan sendiri, dan setiap ilmu yang diajarkan selalu bernilai kebaikan yang besar.

Pojok Ekonomi, Uncategorized

Mukena Baru, Hati Baru: Senyum Ibu Muallaf Sambut Ramadhan

Menjelang hadirnya bulan suci, kebahagiaan sederhana dirasakan para ibu muallaf di Desa Diaq Lay, Kecamatan Muara Wahau (24/12), bingkisan mukena disalurkan sebagai bentuk dukungan dalam menyambut ibadah di bulan yang mulia. Penyaluran bingkisan ini terlaksana dengan dukungan MKZ Bina Insan yang turut membersamai kegiatan, sekaligus menyalurkan bantuan sembako bagi penerima manfaat. Kehadiran bantuan ini menjadi penguat langkah dalam mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan ketenangan dan keteguhan iman. Melalui bingkisan ini, diharapkan para ibu muallaf dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan lebih tenang dan khusyuk. Sebab setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus akan bernilai besar di sisi Allah SWT.

Pojok Ekonomi, Uncategorized

1.160 Lele Berhasil Dipanen, Pak Teja Mengucap Rasa Syukur

LAZ DPU Kaltim mendampingi Pak Teja, penerima manfaat program bantuan ekonomi usaha, dalam kegiatan panen ikan lele di kediamannya (29/12). Panen berlangsung pukul 09.00–11.00 WITA dan merupakan hasil budidaya yang telah dijalani selama kurang lebih dua bulan sejak menerima bantuan 1.200 bibit ikan lele. Dari proses budidaya tersebut, sebanyak 1.160 ekor ikan lele berhasil dipanen setelah 40 ekor mengalami kematian. Total potensi panen diperkirakan mencapai 150 kilogram dan dilakukan secara bertahap. Pada panen awal, sebanyak 42 kilogram ikan lele telah berhasil dipanen dan langsung terjual, bahkan lebih cepat dari masa panen normal tiga bulan. Pak Teja menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada LAZ DPU Kaltim serta para donatur atas dukungan yang diberikan. Program budidaya ini diharapkan dapat terus membantu meningkatkan perekonomian beliau dan menjadi usaha yang berkelanjutan ke depannya.

Pojok Ekonomi, Uncategorized

Wisata Belanja Yatim dan Dhuafa, Hadirkan Kebahagiaan di Bulan Rajab

Dalam rangka menghadirkan kebahagiaan di bulan Rajab, digelar kegiatan Wisata Belanja Yatim dan Dhuafa pada 27 Desember 2025 bertempat di Ramayana Samarinda Square. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi anak-anak yatim, dhuafa, serta penerima beasiswa untuk merasakan pengalaman berbelanja secara langsung dengan penuh kegembiraan. Peserta kegiatan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari anak-anak penerima beasiswa, adik-adik mereka, hingga anak-anak umum yang membutuhkan. Suasana dipenuhi keceriaan saat para peserta dengan antusias memilih kebutuhan dan perlengkapan yang mereka inginkan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan kebahagiaan, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi atas semangat dan prestasi anak-anak, khususnya bagi mereka yang berhasil meraih nilai akademik yang baik pada semester sebelumnya. Hadiah yang diberikan diharapkan mampu menjadi penyemangat agar mereka terus bersemangat dalam belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. Melalui Wisata Belanja Yatim dan Dhuafa ini, kebahagiaan sederhana di bulan Rajab dihadirkan sebagai wujud kepedulian dan dukungan. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perhatian dan apresiasi memiliki arti besar bagi adik-adik penerima manfaat. Kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan dan partisipasi para donatur yang telah berbagi kebaikan. Terima kasih atas kepercayaan dan kepedulian yang diberikan, sehingga kebahagiaan di bulan Rajab ini dapat dirasakan langsung oleh anak-anak yatim, dhuafa, dan penerima beasiswa. Setiap kontribusi yang dititipkan menjadi bagian dari senyum dan semangat baru bagi mereka.

kesehatan, Pojok Ekonomi

Khitan Massal Anak Hebat, LAZ DPU Bersama Mitra Dukung Kesehatan dan Ibadah Anak

Sebanyak 19 anak mengikuti kegiatan Khitan Massal Anak Hebat yang diselenggarakan oleh LAZ DPU bekerja sama dengan BSI KCP Juanda, Klinik Ibnu Rusyd, dan Najwan Shop, pada Rabu, 25 Desember 2025, bertempat di Klinik Ibnu Rusyd, Jalan Nusyirwan Ismail, Air Putih, sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WITA. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu anak-anak dari keluarga prasejahtera agar dapat menjalankan ibadah khitan dengan layak, sekaligus memberikan manfaat kesehatan dan kebersihan. Momentum libur sekolah dimanfaatkan agar anak-anak dapat menjalani proses khitan dan pemulihan dengan lebih nyaman. Sejak pagi hari, para peserta telah datang bersama orang tua mereka. Bahkan, beberapa anak hadir sejak pukul 07.00 WITA, meski kegiatan baru dimulai pukul 08.00 WITA. Salah satunya Ardani, peserta yang datang dari daerah Pampang dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Seluruh peserta terlebih dahulu menjalani pendaftaran ulang, pengambilan nomor urut, pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis Klinik Ibnu Rusyd, serta penandatanganan persetujuan tindakan oleh orang tua. Rangkaian kegiatan diawali dengan acara seremonial di lantai dua klinik, yang diisi lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Hafiz Raffi Rabbani, salah satu anak penerima Beasiswa Juara LAZ DPU. Dalam sambutannya, Kepala Klinik Ibnu Rusyd, Ibu Eva, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini dan menegaskan komitmen seluruh petugas untuk memberikan pelayanan terbaik, karena khitan tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga kesehatan dan kebersihan anak. Setelah acara seremonial, proses khitan dimulai. Anak-anak menunggu giliran sambil menonton film untuk mengurangi rasa tegang. Beragam ekspresi terlihat ada yang menangis, ada yang harus dibujuk, dan ada pula yang tetap tersenyum. Beberapa peserta harus ditunda proses khitannya karena alasan medis dan dirujuk ke fasilitas kesehatan spesialis. Usai dikhitan, para peserta mengungkapkan rasa lega dan bahagia. “Alhamdulillah sudah sunat, nggak sakit,” ujar Putra dan Ardani. Para orang tua pun menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Sebagai bentuk kepedulian, LAZ DPU memberikan biaya khitan, santunan, serta bingkisan kepada anak-anak yang berhasil menjalani khitan.

Pojok Ekonomi, Uncategorized

Bingkisan Cinta untuk 30 Ladies Ojol Hebat di Museum Taman Samarinda

Suasana penuh makna terasa pada Selasa pagi, 16 September 2025, di Taman Museum Samarinda. Sebanyak 30 pengemudi ojek online perempuan yang dikenal dengan sebutan Ladies Ojol Hebat berkumpul dalam kegiatan “Bingkisan Cinta untuk 30 Ladies Ojol Hebat”. Sebelum acara dimulai, salah satu pengurus Museum Samarinda, Ibu Ainun, menyampaikan rasa senangnya atas terselenggaranya kegiatan sosial ini. Ia menilai kegiatan ini menjadi bukti nyata pentingnya solidaritas antarperempuan. “Women support women,” ujarnya. Di bawah rindangnya pepohonan taman, Ibu Helda selaku perwakilan Yayasan DPU memberikan motivasi yang menyentuh hati. Ia mengingatkan bahwa nikmat Allah begitu luas, tidak hanya berupa harta. “Setiap hela nafas, keluarga yang menanti di rumah, hingga profesi sebagai pengemudi ojek adalah wujud nikmat Allah. Meski penuh tantangan, di situlah Allah titipkan rezeki untuk keluarga,” tuturnya. Pesan tersebut membuat beberapa peserta terharu. Ada yang mengisahkan belum sempat menarik penumpang sejak pagi, namun tetap bersyukur karena Allah menghadirkan rezeki berupa bingkisan sembako melalui DPU. Ada pula yang merasa beruntung mendapat tambahan rezeki setelah bekerja sejak pagi. Kebersamaan semakin terasa di akhir kegiatan, ketika sebagian driver turut membantu membungkus sembako yang belum tersusun rapi. Sesi berfoto bersama menutup acara yang diwarnai rasa syukur dan penuh makna bagi para Ladies Ojol Hebat. Momen kebersamaan ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan, rasa syukur, dan dukungan antarperempuan dapat menghadirkan kekuatan baru bagi para Ladies Ojol Hebat di tengah keseharian yang penuh tantangan.

Scroll to Top