Pojok Ekonomi

Pojok Ekonomi, Uncategorized

Cerah Ceria Sambut Ramadhan, Amanah Donatur Senantiasa Tersalurkan

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, LAZ DPU Kaltim menyalurkan paket Bingkisan Cinta kepada warga prasejahtera serta sejumlah pedagang UMKM di Samarinda. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Paket bantuan yang disalurkan berasal dari fidyah para donatur, kemudian didistribusikan sebagai bentuk kepedulian agar para penerima manfaat dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Ramadhan. LAZ DPU Kaltim mengajak masyarakat memperkuat solidaritas di momentum Ramadhan. Melalui Program Bingkisan Cinta dari amanah para donatur. Kebaikan disalurkan agar penerima manfaat dapat menyambut bulan suci dengan lebih tenang dan penuh syukur.

Pojok Ekonomi, Uncategorized

Wajah-Wajah Penuh Semangat Warnai Pembinaan 50 Anak Beasiswa Juara dan Yatim

LAZ DPU Kaltim kembali menggelar pembinaan bagi 50 penerima Beasiswa Juara dan yatim yang tergabung dalam Grup A hingga E sepanjang Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa titik sebagai bentuk komitmen dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak, baik dari sisi ilmu maupun spiritualitas. Pembinaan pertama berlangsung pada Jumat, 16 Januari 2026 di Aula LAZ DPU Kaltim dengan mengangkat kisah perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Suasana belajar dibuat lebih menarik melalui aktivitas kreatif membuat gantungan kunci berbentuk semangka, sehingga anak-anak tetap fokus tanpa merasa jenuh. Materi serupa kembali disampaikan pada Rabu, 21 Januari 2026 di Langgar Al Barokah Kemakmuran untuk memperkuat pemahaman mereka terhadap peristiwa agung tersebut. Sementara itu, pada Sabtu, 24 Januari 2026 di Masjid Baitur Rauf Sempaja Selatan, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok. Kelompok D mempelajari pentingnya sholat, Kelompok B membahas keistimewaan bulan Ramadhan, dan Kelompok C memahami sholat sebagai tempat kembali saat sedih sekaligus sarana memohon kepada Allah.Rangkaian kegiatan diisi dengan setor hafalan, mengaji bersama, makan bersama, serta sesi belajar interaktif. Antusiasme anak-anak terlihat jelas dari keberanian mereka bertanya dan berdiskusi selama pembinaan berlangsung. Diharapkan, kegiatan ini mampu menumbuhkan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki pondasi keimanan yang kokoh.

Ngobrol Mba Yus, Pojok Ekonomi

Usaha Makin Lapang, Syukur Pak Warsito Tak Terbilang

Melalui Program Bina Usaha Produktif: Gerobak Unggul, LAZ DPU Kaltim terus berkomitmen memastikan setiap amanah donatur benar-benar menghadirkan manfaat. Salah satunya dirasakan langsung oleh Bapak Warsito yang kini menjalankan usaha minuman jeruk peras di Jl. Poros Perjuangan, Samarinda Utara. Hasil monitoring pada Senin, 26 Januari 2026 menunjukkan usahanya berkembang cukup positif dan cenderung stabil. Bahkan, Bapak Warsito mulai melakukan inovasi dengan menambah variasi minuman, menyediakan tempat duduk bagi pembeli, serta merencanakan aneka jajanan ringan untuk meningkatkan pendapatan. Meski sempat terjadi penurunan saat masa libur perkuliahan, hal ini tidak menyurutkan semangat beliau. Ini menjadi bukti bahwa bantuan produktif tak hanya bertahan, tetapi juga bertumbuh. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga usaha saya terus berkembang. Terima kasih kepada para donatur dan LAZ DPU Kaltim yang telah membantu melalui gerobak ini,” tutur beliau. #SahabatDPU, setiap dukungan yang diberikan bukan hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga membuka jalan kemandirian bagi penerima manfaat yang terus berjuang.

Pojok Ekonomi, Uncategorized

Panas Hujan Diterjang, 15 Ladies Ojol Dikuatkan Lewat Bingkisan Cinta

Sebanyak 15 Ladies Ojol menerima pembinaan dan penyaluran Bingkisan Cinta Ladies Ojol Batch 2, yang sekaligus menjadi momen memperingati peristiwa Isra Mi’raj. Para ladies ojol merupakan pejuang keluarga yang terus bekerja di tengah berbagai kondisi demi memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kegiatan ini dihadirkan sebagai dukungan moral dan spiritual agar mereka tetap kuat, semangat, dan istiqamah menjalani peran sebagai ibu sekaligus pejuang keluarga. Pembinaan disampaikan oleh Umi Helda dengan tema “Sholat adalah Tempat Ketika Hati Bersedih.” Bertepatan dengan 27 Rajab, saat Rasulullah SAW menerima perintah sholat di tengah masa sulit. Para peserta diingatkan bahwa sholat adalah sumber ketenangan dan tempat terbaik untuk kembali ketika lelah. Melalui kegiatan ini, diharapkan para Ladies Ojol semakin yakin bahwa setiap perjuangan yang disertai doa dan keikhlasan akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Pojok Ekonomi, Uncategorized

Senyum Bahagia Ibu Haziah Terima Kado Cinta Guru Ngaji

Sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian, LAZ DPU Kaltim menghadirkan Kado Cinta Guru Ngaji untuk para pengajar yang tulus mengabdikan diri mendampingi santri setiap hari. Program ini disalurkan pada Januari 2026 di Rumah Qur’an Mengaji Gratis, Samarinda. Salah satu penerima manfaat adalah Ibu Haziah Ans, pengajar di Rumah Qur’an Ridho Ilahi, Jl. Pemuda 4, Sungai Pinang. Dengan penuh keikhlasan, beliau membimbing santri, menanamkan akhlak mulia, dan menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang dekat dengan nilai-nilai Islam sejak dini. “Guru ngaji layak mendapatkan perhatian khusus karena peran mereka dalam mengajarkan Al-Qur’an serta menanamkan akhlak mulia kepada generasi sejak dini,” ungkap Ibu Hesti, manajer Program LAZ DPU kanwil Samarinda. Ibu Haziah turut menyampaikan terima kasih kepada LAZ DPU atas perhatian yang diberikan kepada dirinya dan para pengajar lainnya. Karena di balik hebatnya generasi, selalu ada guru yang memilih tetap mengabdi, meski sering tak terlihat. Yuk, terus dukung program kebaikan ini agar semakin banyak guru ngaji yang merasakan manfaat dan semangat untuk membersamai umat.

Ngobrol Mba Yus, Pojok Ekonomi

Alhamdulillah, Usaha Makin Laris, Bu Reni dan Bu Tia Tersenyum Manis

Melalui Program Bisa Pro, LAZ DPU Kaltim terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Pada Rabu, 28 Januari 2026, dilakukan monitoring penerima bantuan food booth di Desa Embalut untuk melihat langsung perkembangan usaha yang dijalankan. Penerima manfaat program ini adalah Ibu Reni dan Ibu Tia. Ibu Reni menjalankan usaha gorengan, sosis, roti bakar, serta aneka minuman es, sementara Ibu Tia mengelola usaha rice bowl dan minuman es. Saat kunjungan, tim monitoring mendapati Ibu Tia tengah melayani siswa SMKN 1 Tenggarong Seberang. Dari sekitar 30–40 porsi rice bowl yang dibawa setiap hari, tersisa enam porsi, tanda usahanya makin diminati. Bantuan food booth dari LAZ DPU Kaltim membawa perubahan nyata bagi penerima manfaat. Ibu Reni kini berjualan lebih nyaman dengan pendapatan harian meningkat hingga dua kali lipat, sementara Ibu Tia mengalami kenaikan omzet lebih dari 60% setelah berjualan di lokasi yang lebih strategis. Peningkatan ini berdampak langsung pada ekonomi keluarga. Pendapatan usaha digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan pendidikan anak-anak mereka. Program ini juga mendapat dukungan pemerintah desa melalui pemanfaatan lahan desa sebagai lokasi berjualan yang strategis dan tertib.

Pojok Ekonomi, Uncategorized

Dari Iqro ke Al-Qur’an, Semangat Santri Rumah Quran Ridho Ilahi Terus Menguat

Dengan senyum dan semangat para santri, LAZ DPU Kaltim menyalurkan program Tebar Quran kepada santri Rumah Quran Ridho Ilahi pada Kamis, 29 Januari 2026, di Sungai Pinang. Program ini hadir untuk mendukung proses belajar dan menumbuhkan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an. Rumah Quran Ridho Ilahi merupakan rumah pengajian gratis yang membina 53 santri dengan 3 pengajar, dengan kegiatan belajar mengajar rutin setiap Senin-Kamis serta yasinan bersama setiap hari Jumat. Al-Qur’an yang disalurkan digunakan sebagai pegangan belajar bagi santri yang telah naik dari tahap iqro ke Al-Qur’an. Penyaluran ini disambut penuh antusias. Santri yang menerima Al-Qur’an tampak bahagia, sementara santri yang masih belajar iqro semakin termotivasi untuk lebih giat mengaji agar segera menyusul.

Ngobrol Mba Yus, Pojok Ekonomi

semoga Usaha ini jadi Rezeki untuk orang lain

Sebagai orang tua tunggal di usianya yang menginjak 47 tahun ini, Wati harus menjalani hidup dengan keteguhan hati yang luar biasa. Kini bersama dengan kedua anaknya yang menjadi sumber semangatnya, ia harus berjuang dengan sekuat tenaga dan penuh pengorbanan, terlebih masih ada dua adik yang harus menyelesaikan kuliahnya. Perjuangan sebagai pedagang kue basah — risoles, tahu isi, dan berbagai jajanan tradisional lainnya — Wati menjemput rezeki dengan tangan dan doa. Setiap jam 1 atau jam 2 malam, Wati harus bangun di saat orang lain masih terlelap tidur. Ia memulai harinya bukan dengan adonan tepung, melainkan dengan sujud panjang di atas sajadah. Dalam hening malam, ia menunaikan salat tahajud, berdzikir, bershalawat, dan berdoa dengan penuh khusyuk. Tak jarang air matanya menetes, bukan karena lelah, tetapi karena rasa haru dan harap yang ia titipkan kepada Allah, Sang Maha Pemberi Rezeki dan Maha Kaya. Gambar Ilustrasi, sumber Internet Setelah sholat hati menjadi lebih tenang dan Wati mulai menyiapkan bahan-bahan dagangannya. Adik-adiknya yang masih kuliah juga sering menemaninya membantu produksi kue. Mereka bekerja dalam diam, berselimut aroma wangi kue yang matang serta dibakar semangat yang tak pernah padam. Alhamdulillah dengan ketekunan dan keikhlasan, Wati menyisihkan sebagian penghasilannya untuk berzakat dan berinfak setiap bulan. Baginya untuk berbagi tidak perlu menunggu kaya. Foto: Ilustrasi, Sumber: Internet Setiap pekan, dengan bahagia ia membagikan kue basah kepada tukang sapu jalanan yang ia temui di perjalanan. Memberi itu bukan tentang jumlah, tetapi tentang niat tulus untuk menebar kebaikan. Itulah yang menjadi semangat Wati untuk berbagi. Dalam hatinya, Wati menyimpan impian besar. Ia yakin, dalam 3 hingga 5 tahun ke depan, Allah akan mengangkat derajatnya. Ia ingin bisa berzakat dengan jumlah puluhan juta rupiah setiap tahun, membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang di kampungnya, dan memberangkatkan umroh puluhan karyawannya sebagai bentuk rasa syukur. Ia ingin usahanya bukan hanya menjadi sumber rezeki bagi dirinya, tetapi juga menjadi jalan keberkahan bagi banyak orang. Hikmah Perjalanan Wati Perjalanan hidup Wati mengajarkan bahwa kekuatan sejati tidak datang dari keadaan yang mudah, melainkan dari hati yang tidak menyerah. Ia belajar bahwa setiap kesulitan adalah cara Allah mendidik hamba-Nya agar lebih sabar, lebih kuat, dan lebih dekat kepada-Nya. Wati menyadari bahwa rezeki tidak selalu datang dalam bentuk uang yang banyak, tetapi dalam bentuk ketenangan hati, kesehatan, dan kemampuan untuk terus berbuat baik. Ia memahami bahwa setiap kebaikan kecil yang dilakukan dengan ikhlas akan berbuah manis pada waktunya. Kini, setiap kali Wati menatap kedua anaknya dan adik-adiknya, ia tahu bahwa perjuangannya tidak sia-sia. Ia sedang menanam benih kebaikan yang kelak akan tumbuh menjadi pohon keberkahan. Dan suatu hari nanti, dengan izin Allah, impian itu akan menjadi nyata — Wati akan menjadi perempuan yang bukan hanya sukses secara materi, tetapi juga kaya dalam keberkahan, cinta, dan manfaat bagi sesama. Potret diatas adalah potret sebagian kaum perempuan yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya. Semoga setiap lelahnya berbuah manis dunia dan akherat. Aamiin Ya Robbal’alaamiin. Emak-emak sholehah, selanjutnya kita ngobrol apa lagi ya? Ditunggu cerita selanjutnya ya! Foto: Penyaluran DPU – Bingkisan Dhuafa

Pojok Ekonomi, Uncategorized

Bingkisan Cinta Akhir Tahun, 75 Paket Sembako Dibagikan untuk Warga Prasejahtera Samarinda

Menutup tahun 2025 dengan penuh kepedulian, sebanyak 75 Paket Bingkisan Cinta disalurkan kepada warga prasejahtera yang tersebar di 10 kecamatan di Kota Samarinda. Penyaluran ini berlangsung sepanjang bulan Desember 2025, sebagai upaya menghadirkan kebahagiaan dan rasa diperhatikan di penghujung tahun. Paket bingkisan yang dibagikan berisi sembako, ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat yang sehari-harinya berjuang dalam keterbatasan. Kehadiran bingkisan ini diharapkan bisa menjadi penguat, masih dan kepedulian yang nyata. Salah satu penerima manfaat adalah Pak Sul, seorang pemulung sampah yang sehari-hari mencari nafkah di kawasan Jl. Kapten Sujono. Dengan senyum sederhana, ia menerima bingkisan tersebut sebagai bentuk perhatian yang sangat berarti baginya di akhir tahun. Penerima lainnya, Pak Sholihin, seorang tukang sol sepatu di Perempatan KS Tubun, juga merasakan hal serupa. Ia tinggal seorang diri di kawasan Jl. KS Tubun, sementara anak dan istrinya berada di Jawa. Bingkisan yang diterimanya menjadi penyemangat tersendiri untuk menutup tahun dengan rasa syukur. Melalui penyaluran Bingkisan Cinta ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh, menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sering kali lahir dari hal sederhana: saling peduli dan menguatkan.

Pojok Ekonomi, Uncategorized

Bahagia di Tengah Perjuangan, Kado Cinta untuk Ibu Hebat Samarinda

Bagi sebagian ibu, Hari Ibu bukan tentang bunga atau ucapan manis, melainkan tentang tetap bertahan esok hari. Lewat Kado Cinta untuk Ibu, apresiasi diberikan kepada Ibu Hebat di Samarinda yang terus berjuang membantu perekonomian keluarga melalui kerja keras yang sering kali tak terlihat. Penyaluran kado cinta ini dilakukan pada Desember 2025 di sejumlah titik di Samarinda, menyasar para ibu yang menggantungkan hidup dari kerja keras sehari-hari. Mereka adalah ibu-ibu yang bekerja sebagai tukang sapu jalan di Jl. Siradj Salman, penjual balon di Jl. Merbabu, penjahit di kawasan Bengkuring, hingga pemulung di wilayah Sungai Kunjang. Dalam kesederhanaan, para ibu ini tetap memikul peran besar sebagai penguat keluarga. Salah satu penerima manfaat adalah Ibu Dami, warga Jl. Jelawat Gg. 9, yang sehari-hari berjualan balon di sekitar Jl. Merbabu. Ibu Dami memiliki dua orang anak, sementara sang suami bekerja sebagai pemulung. Ia menjual balon titipan dengan keuntungan yang tidak seberapa, namun tetap dijalani dengan penuh keteguhan demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Melalui Kado Cinta untuk Ibu, penyaluran ini menjadi pengingat bahwa perjuangan para ibu layak untuk dihargai. Bukan hanya peringatan Hari Ibu, tetapi juga bentuk dukungan dan apresiasi agar para Ibu Hebat terus merasa dilihat, dihargai, dan dikuatkan dalam setiap langkah perjuangannya.

Scroll to Top